oleh Ahmad Muhaimin – F34110069

Mantan Menteri Pertanian Indonesia Jilid I , Anton Apriyantono pernah mengajukan pertanyaan dalam diskusi MPKMB 48 hari ke-2, yang isinya adalah maukah lulusan IPB setelah lulus nanti menjadi petani?. Sungguh pertanyaan yang perlu pemikiran untuk kami, warga baru di dunia pertanian. Seperti anggapan masyarakat awam lainnya, kami masih rancu dengan hakikat petani dan pertanian di negeri ini.

tanimaju

Petani, tiap kali kata itu disebut hal pertama yang terpikirkan adalah sawah, becek, dan bergumul dengan lumpur. Namun, apakah anda sudah terfikir, apa jadinya kehidupan manusia tanpa seseorang yang mau menjadi petani?. Tentu, sepiring nasi, segelas susu, buah-buahan, baju, kain, tas, dan berbagai perlengkapan dan kebutuhan hidup kita tidak akan terpenuhi. Semua itu berkat kemauan petani untuk memenuhi kebutuhan sesamanya. Menurut Wikipedia,Petani adalah seseorang yang bergerak di bidang bisnis pertanian utamanya dengan cara melakukan pengelolaan tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan dan memelihara tanaman (seperti padi, bunga, buah dan lain lain),
Bila berbicara tentang petani, kita juga harus mengerti apa arti bertani secara luas. Bertani secara luas adalah segala bentuk usaha dan proses memanen energi matahari untuk menghasilkan karbohidrat dan serat. Yang dimaksud karbohidrat adalah makanan yang kita konsumsi sehari hari seperti nasi, jagung dan sagu. Sedangkan yang dimaksud serat adalah sagala macam kebutuhan sandang dan papan kita, seperti kayu, selulosa, kapas. Untuk mendapatkan karbohidrat dan serat tentunya diperlukan usaha-usaha untuk mewujudkannya. Bisa dengan bercocok tanam dan juga dengan pengembangan berbagai macam teknologi pertanian dan pangan.
Pertanian tidak dapat dipandang sebelah mata di jaman yang sering mengangkat isu globalisasi ini. Sektor Pertanian adalah sektor yang akan hidup selamanya. Karena setiap manusia dan mahluk hidup lainnya pasti butuh makan. Makanan dapat dianalogikan dengan bahan bakar pada kendaraan bermotor. Bila tidak ada bahan bakarnya, kendaraan bermotor tidak akan menyala. Begitu pula dengan mahluk hidup, bila tidak ada makanan yang dikonsumsi maka keberlangsungan hidupnya akan terganggu atau bahkan mati.
Menurut salah seorang Perdana Menteri Amerika, negara yang menguasai minyak mampu menguasai negara lainnya, sedangkan negara yang menguasai sektor pertanian akan mampu menguasai manusia. Hal tersebut bukanlah sebuah rahasia umum lagi namun sudah menjadi sebuah bukti konkret bahwa betapa pentingnya sektor pertanian dalam suatu negara demi keberlangsungan hidup seluruh komponennya..
Dalam sambutan singkatnya pada Studium General Penerimaan Mahasiswa Baru Angkatan 48,Wakil Menteri Pertanian, Bayu Khrisnamurti mengatakan bahwa untuk menjadi seorang pemenang kita harus berusaha dengan apa yang bisa membuat kita menang. Indonesia adalah Negara Agraris, negara yang berpotensi untuk mengoptimalkan produksi di sektor pertaniannya. Oleh karena itu, harus disadari bahwa Indonesia dapat menjadi negara maju dengan memberdayakan sektor pertaniannya.
Tidak lepas dengan beberapa faktor pendukung seperti cuaca, iklim, kesuburan tanah, suhu dan kelembabannya, Indonesia merupakan surganya tanaman tropis. Melingkarnya sabuk khatulistiwa di tubuh Indonesia makin menguatkan kedudukan nusantara sebagai produsen tanaman pertanian tropika, sebab dengan berada diantara 60 LU – 110LS, Indonesia mendapat periode penyinaran matahari cukup lama sepanjang tahun. Hal inilah yang mendukung pemanenan energi matahari di negeri kita ini sangat maksimal. Dan sangat merugi apabila tidak dimanfaatkan secara optimal.
Setelah kita tahu betapa pentingnya peran petani dalam negara kita ini. Sudah sepatutnya kita tidak memandang sebelah mata pada petani. Petani adalah salah satu pahlawan yang tidak disebutkan dalam sejarah. Dia telah ribuan tahun menghidupi sesamanya dengan apa yang dihasilkannya, dengan apa yang kita makan, dan apa yang kita pakai.

Daftar Pustaka
• http://id.wikipedia.org/wiki/Petani diakses pada 16 September 2011 10:22 WIB
• Tim Pengajar PIP.2006. Kumpulan makalah, Pengantar ke Ilmu Ilmu Pertanian. Bogor : IPB Press
• Nasoetion, Andi Hakim. 1991. Pengantar ke Ilmu Ilmu Pertanian. Bogor:Litera AntarNusa

Categories
hari hari indah agan
February 2015
S M T W T F S
« Oct    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
Categories
Bookmarks